The First Journey of Geng Beng part 2

Between Love and Our Friendship


Jadi, cerita ini berlangsung selama perjalanan pulang dari TNTP. Klotok meninggalkan dermaga, kami yang tepar karena medan tour yang lumayan menguras tenaga *bagi yang nggak pernah olah raga haha* langsung pergi ke pulau kapuk dengan masih di posisi buritan klotok. Sedangkan, Geng Kakanya Yogi masih betah di haluan klotok.


Sekitar senja kami semua bangun *kecuali Isman :p*. Giliran Geng Kakanya Yogi yang beristirahat di dalam klotok, jadilah kami menjajah haluan kapal. Awalnya aku sudah malas membidik foto lagi, tapi melihat Senja di Sekonyer yang cukup indah, tangan ku gatal untuk mengabadikan momen haha. Beberapa foto kala senja :)
Pasangan bule ber-speedboat berdua
mengarungi Sekonyer yang banyak BUAYA
One of my favorite twilight, ever !
Geng Beng menjajah haluan klotok

Keindahan senja ini memang sudah diwanti-wanti sama Yogi, dia juga nggak bosen mengingatkan kalau menjelang gelap nanti akan banyak kunang-kunang bermunculan. Maka, nggak salah kami menjajah haluan kapal menjelang malam haha x)

Malam yang gelap berhias rembulan. Isman sudah bangun, thats mean Geng Beng sudah lengkap menjajah haluan. Geng Kaka Yogi masih sibuk di dalam, namun ada abang-abang teman Kaka Yogi yang galau di pojokan haluan sambil bersenandung memetik gitar. Alhasil tambah romantis lah malam itu haha xD.

Daaaaaaaan tiba-tiba pernyataan ini dibahas lagi. Wahi selalu bilang “NGGAK BOLEH ADA CINTA DI ANTARA KITA (Geng Beng-baca)” kalau kami lagi ngumpul. Aku menganggapnya hanya sepintas lalu saja dan jika itu serius aku cukup mengerti mengapa Wahii bilang begitu. Jadi Wahii berucap itu lagi dan kemudian diperpanjang oleh Yogi.

Yogi nggak terima karena menurutnya bisa saja di masa depan ada yang menikah diantara anggota Geng Beng, kalau jodoh siapa tahu ? *aku sih curiga dia emang suka sama salah satu dari cewek Geng Beng haha peace, Gi if u read, this ^^v *. Didebat sama Wahii, Wahii takut nantinya Geng Beng nggak bisa lagi bersahabat sedekat ini, karena saling gengsi kalau ada yang suka satu sama lain. Tiba-tiba didebat lagi sama Indra dan jadilah perdebatan panjang.

Si Abang yang galau tadi, memetik gitar sambil bernyanyi lagu Terlalu Manisnya Slank. Aku nggak terlalu menyimak perdebatan mereka, dan lebih menghayati lagu yang dinyanyikan Si Abang.

“Terlalu manis ... untuk dilupakan ~
Kenangan yang indah bersamamu di dalam mimpi
Terlalu manis ... untuk dilupakan ~
Walau memang kita tak saling cinta
Takkan terjadi ... DIANTARA KITA”

Nah ? lumayan dapat pencerahan mendengar lagu ini dibanding perdebatan mereka ?  :p. Aku tersenyum kecut, perdebatan mereka masih berlangsung, malah jadi forum diskusi! Membawa semua anggota Geng Beng menyatakan pendapatnya. Yogi, Indra telak menolak pernyataan itu. Randi dan Isman dengan penjelasan idem juga menolak. Wahii senang punya teman sependapat dengannya, yeah, Ayu mendukung pernyataan Wahii.

Mata mereka tertuju padaku, meminta pendapat. Aku hanya tersenyum lalu tertawa. Wahii kesal lalu mendesak. Ku bilang saja aku menolak, karena setiap kemungkinan-kemungkinan itu tetap saja masih mungkin, bukan ? Hi, we are friends ! but, there is male and female in our friendship. Bukankah laki-laki dan perempuan mencintai itu hal yang wajar ?

Karena sebentar lagi sampai pelabuhan Kumai, maka perdebatan kami pause untuk diselenggarakan Musyawarah Anggota (Musyang) Geng Beng I nanti, sesampai di Pangkalan Bun. Sisa waktu di klotok kami habiskan menikmati pemandangan lampu-lampu kota di pinggiran sungai.





 “Saat sepasang sahabat menjadi kekasih, itu ketulusan dan saat sepasang mantan kekasih menjadi sahabat, itu kedewasaan.”

Share:

0 comments

Please kindly leave your comment with your ID