Seiring berjalannya waktu banyak
terjadi perubahan pada Wisma Aulia baik tampilan fisiknya maupun para
penghuninya.
Awal semester 2, ada 3 anak
WAFers baru yaitu Nurin, Dhani (Manajemen 2011) dan Rahmi (Biologi 2011). Hanya
saja, baru 4 bulan Rahmi yang asalnya dari Padang ini, kembali ke kosan lamanya
karena alergi dengan air, kamar Rahmi digantikan Isti yang sebelumnya punya
kamar di bawah.
Nurin & Dhani bertahan hingga
sekarang :3 Nurin berasal dari Pekalongan dan Dhani dari Tegal. Keduanya
sahabat karib. Nurin tipikal
mahasiswi yang nyentrik dengan pemikiran ekonominya, menurutku dan Dhani, ia
lebih cocok masuk IESP ketimbang manajemen. Sedang, Dhani gadis manis dengan
tampilan vintage, mempunyai OL Shop
yang mayan laris, dan jagooo banget lakon peran. Sekali acting nggak bakal percaya aslinya Dhani itu kek gimana x)
Akhir semester 2, Gigi, Edel,
Hilda, Nabil, Yesy, dan Mbak Khamida bersamaan pindah dari Wisma Aulia ._.
Yaaaa .. dalam hidup selalu ada yang datang dan pergi bukan ? Semoga mereka
selalu baik-baik saja J semoga pertemanan
kami tak putus seiring jarak yang memisahkan kami J KEEP CONTACT
Awal semester 3 ! Kami awali
dengan selamatan 1 tahun Wisma Aulia dengan sumbangan dari Putri yang magangnya
sukses libur kemarin, sekaligus ajang perkenalan kami dengan WAFers baru :”
Kami punya adik angkatan J Welcome to the
Wisma Aulia Family !
 |
Acara selamatan 1 tahun Wisma Aulia (:
hasil sumbangan dari gaji magang Putri |
 |
| Dekanat nampak pada malam hari |
FEB (Fakultas
Ekonomika & Bisnis) Universitas Diponegoro, here I am! Di sini sekarang
aku berdiri, satu-satunya PTN (Perguruan Tinggi Negeri) yang dua tahun terakhir
aku idam-idamkan.
Senin, 5
September 2011 hari pertamaku sebagai mahasiswa jurusan akuntansi. Aku ingat
betul betapa semangatnya kami, para mahasiswa baru (maba) mengikuti mata kuliah
hari pertama. Kebetulan jadwalku sama semua dengan Idut, jadi jangan heran kami
selalu berdua ke mana-mana.
 |
| kuliah perdana kosong T^T |
 |
| foto bareng Chi2 |
Jadwal kami
hari itu adalah Agama yang langsung lanjut dengan Pengantar Akuntansi. Bukan
kebetulan kami sekelas dengan Wenny & Chichi lagi, karena memang 3 mata
kuliah (makul) di KRS, sengaja kami samakan jadwalnya. Hanya saja semangat kami
menguap ketika tahu, kedua dosen dari masing-masing mata kuliah nggak bisa
hadir :p Alhasil, seharian makul kosong kami gunakan buat keliling dan
nongkrong di kampus FEB.
Yep! Wisma Aulia
adalah nama kos-kosan ku. Ngekost di Wisma Aulia butuh perjuangan panjang,
karena sebelumnya aku sama Ida sempat terjebak dan ditipu abis-abisan sama mbak
kos yang matre, melayang dah uang kami percuma :( semoga Allah mengampuni
dosa-dosamu wahai, mbak kost nan matre :p
Lepas dari itu,
berjarak nggak jauh dari kosan si mbak-mbak matre. Kami menemukan kos-kosan
baru hasil dari keliling dan tanya penduduk sekitar. Kosannya warna hijau segar
dengan bangunan baru dan terletak di sebelah jembatan yang bawahnya kali.
Untungnya kami
termasuk orang pertama yang datang melihat kosan tersebut, jadi kami bebas
memilih kamar. Aku memilih kamar no pertama di lantai 2, di mana jendelanya
langsung menghadap jemuran kosan depan, sedang Ida memilih kamar no 3 yang
nggak jauh dari kamarku, yaitu kamar di sebelah orang yang nantinya di depan
kamar ku *ribet*
Singkat cerita
kami saling kenal karena menginap 3 hari 2 malam dalam serangkaian 2 hari
kegiatan PMB UNDIP. Karena bertepatan dengan bulan ramadhan jadi mempunyai kenangan tersendiri, bagi kami anak-anak penghuni Wisma Aulia, maklum puasa pertama jauh
dari kampung halaman.
Dan, ketika awal
kuliah semester pertama dimulai, Wisma Aulia pun banyak mempunyai cerita. So,
sebelum aku membeberkan cerita-cerita seru dari Wisma Aulia, ada baiknya untuk
tau tokoh-tokoh yang akan sering muncul dalam cerita ku ... cekidot !
 |
| Wisma Aulia nampak dari samping |
 |
| Keluarga besar Edents 2008, 2009, 2010, dan 2011 |
Sore, selesai pelatihan jurnalistik
tingkat dasar, kami ber~11 dinobatkan sebagai calon magang 2011. Untuk menjadi
magang 2011 kami harus melewati satu langkah lagi yaitu mengerjakan majalah
semu dengan deadline semalam ! Nah lo, nah lo :O Kami pun dibagi menjadi 3 tim.
Tim pertama terdiri dari Yulika, Rani, Mbak Nina, dan Amel dengan bantuan dari
Mba Nisa. Tim kedua Wenny, Mba Fani, Arina, dan Riska dibantu Ka Hendy dan Mba
Haya. Sedangkan aku, Ina dan Ali di tim ke 3 dibantu oleh Ka Sandy dan Mba Umi.
Jadi, di majalah semu tersebut
harus terdiri dari 1 laporan utama (laput) yang bentuknya feature, 1 berita straight
news, opini, dan tulisan bebas. Kami hanya diberikan deadline semalam dan esok
paginya harus mempresentasikan apapun hasil dari majalah semu tersebut. 3 Tim
pun mulai berpencar mendiskusikan majalah semu masing-masing .
Bagiku jurnalis, wartawan,
reporter itu terlihat keren. Mereka menyampaikan informasi kepada khalayak,
membuat khalayak yang tidak tahu menjadi tahu, dan bukan tanpa perjuangan pula
informasi tersebut mereka dapatkan. Entahlah, menurutku mereka itu satu paket
yang komplit. Pintar menulis, jago nyepik, wawasan luas, jaringan pun di
mana-mana. Pekerjaan mereka yang nggak jauh-jauh dari fotografi, serta terjun langsung
ke lapangan, nampaknya bakalan “aku banget”.
Pilihan jurusan “Komunikasi”
dalam SNMPTN Undangan pun ku letakkan di tempat kedua, setelah “Akuntansi”
tentunya. Aneh memang ketika aku lebih berharap diterima di pilihan kedua
justru aku terjebak dalam pilihan pertama. Oke itu lain kali saja aku
ceritakan, jadi intinya ..
Aku memilih Edents sebagai
kegiatan di luar perkuliahan dalam kehidupan mahasiswaku. Lalu pertanyaannya
adalah apa itu Edents ? Semacam aliran sesat kah ? hahaha bukan-bukan xD Edents
adalah lembaga pers mahasiswa di fakultasku. Aku rasa nggak usah terlalu
menjelaskan alasanku memilih Edents kan ? yang pasti, aku beruntung karena ada
banyak senior dari Pangkalan Bun yang sudah lebih dulu di Edents.
Well, hampir seminggu aku tinggal di Semarang. Pa’Is sama Dida cuma bisa nemenin jalan-jalan 5 harian dan sisanya yang kurang lebih masih sebulanan lagi mesti aku jalanin sendiri *lebih tepatnya sama si Emy sih*
Cukup banyak hal yang aku dapat selama di Semarang, terutama pembelajaran sebuah kehidupan. Tentang keluarga besarku yang di Semarang dan bagaimana perjuangan mereka hingga seperti sekarang, tentang kerasnya kehidupan di sebuah kota besar, atau tentang kawan-kawan baruku dan caraku beradaptasi dengan mereka.
Aku sungguh beruntung terlahir di sebuah keluarga besar :) baik dari mamii atau pa’is mempunyai keluarga besar dan ada di mana-mana. Kalau Mami mempunyai keluarga besar yang tersebar di Kalimantan, sedang Pa’Is di Jawa. Dan *emang jodoh kali ya ?* kedua keluarga besar itu berpusat di Kalimantan Tengah *keluarga pihak mamii* juga Jawa Tengah *keluaga dari pihak Pa’Is*
Aku lahir dan tumbuh besar di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat *salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah* dan memang di sanalah aku dan keluargaku menjalani kehidupan rumah tangga. Sedari dulu memang sudah direncanakan aku akan meneruskan sekolahku di Semarang, dan salah satu impianku adalah masuk Universitas Dipenegoro
Dan di sini lah aku sekarang, Semarang :) Aku bersama Emmy tinggal dengan 2 Mbahku (Mbah Nah dan Mbah Ni) yang usut punya usut merupakan orang paling sepuh di daerah situ :) dan Bude ku nan tomboy (De’Is)