 |
| Tim GB di Pangkalan Bun menyerahkan donasi ke salah satu Puskesmas |
Saya berasal dari Pangkalan Bun, Kotawaringin
Barat, Kalimantan Tengah. Hingga hari ini jumlah pasien positif COVID-19 di
kota asal saya sejumlah 13 orang, PDP 10 orang, dan ODP 32 orang. Sulitnya
mencari APD (Alata pelindung Diri) untuk tenaga medis di daerah cukup memprihatinkan,
kalaupun tersedia dengan harga yang melambung tinggi. Saya dan beberapa teman karib
yang merantau di daerah lain berinisiatif melakukan penggalangan donasi. Kami
membelikan APD untuk tenaga medis dari hasil donasi tersebut. Sebagian dari
teman-teman saya (termasuk saya sendiri) tinggal di berbagai wilayah di
Indonesia khususnya pulau Jawa sehingga memudahkan kami untuk bergerak mencari
APD untuk dikirim ke Kalimantan.
 |
| Update kasus COVID-19 di Kalimantan Tengah per 22/04/2020 |
Gerakan Bersama (GB) kami menyebut
misi tersebut. Saat ini kami sudah membuka donasi tahap kedua. Donasi tahap
satu berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 15.000.000 dan sudah kami salurkan
ke rumah sakit dan Puskesmas di Kotawaringin Barat. Semua kami lakukan dengan
sukarela di tengah kesibukan masing-masing. Kami ingin berbagi kebaikan di
tengah pandemi ini. Salah satu teman yang berprofesi sebagai programmer bahkan
membuatkan website untuk perkembangan donasi kami. Bisa dicek di
https://gbpeduli.web.id
Kami sungguh terharu banyak
rekan-rekan yang membantu baik dari segi donasi dana dan APD dalam bentuk
fisik. Di situasi sekarang hal yang paling penting adalah kebaikan, berbagi
kebaikan untuk semua. GB juga berhasil menggerakkan beberapa organisasi atau
teman-teman lain untuk membuat hal serupa di kampung kami. Syukurlah batin
kami. Setidaknya kalau semua sama-sama berjuang berbagi kebaikan, maka kebaikan
lainnya akan datang, dan niscaya situasi pun ikut membaik bukan ?
 |
| Source : qerja.com |
"Buat apa sih manusia bekerja ?"
Sebuah pertanyaan dilemparkan saat aku
dan satu grup sahabat sejak SMP sedang asyik berbagi cerita via video call. Hmm…
sebuah pertanyaan yang cukup membuat obrolan kami menjadi lebih serius,
pikirku. Pertanyaan datang dari salah satu sahabatku yang dikenal sebagai
seseorang yang hiperaktif, tak pernah kehabisan tenaga untuk melakukan berbagai
aktivitas. Ia mengeluh bahwa ia bekerja, namun masih ada rasa kurang puas akan
yang dilakukannya. Menurutku pun ia sudah cukup sibuk dengan kerjaannya.
Kami mulai berdiskusi. Aku yang
lebih senang mendengarkan, diam menyaksikan jalannya diskusi, sesekali
menimpali atau memberi jawaban pendek. Berbagai opini disampaikan dan
ditanggapi oleh mereka. Diskusi berakhir dengan saling mengangguk satu sama
lain. Kami, sekali lagi belajar memahami pemikiran-pemikiran sahabat lama.
Salah satu hal yang selalu aku sukai berdiskusi dengan sahabat lama adalah
melihat bagaimana mereka bertumbuh dalam pemikiran.
Lepas dari itu, aku juga jadi
memikirkan secara serius mengapa kita harus bekerja ?
Untuk hidup ?
Untuk mendapatkan
uang ?
Untuk mencapai mimpi ?
Untuk mengisi waktu luang ?
Untuk bersosialisasi
?
Mencari pengalaman ?
Ajang cari jodoh ?
Hmm … aku rasa tidak ada jawaban
yang salah untuk pertanyaan jenis ini.
Beberapa hari lalu aku terjangkit
cacar air selama satu minggu lamanya. Dokter memintaku untuk istirahat total di
rumah, mengasingkan diri, agar virus Varicella Zoster yang menyerangku tidak menular
pada orang lain. Awalnya aku cukup senang bisa bermalas-malasan di rumah, namun
lama-kelamaan tidak berkegiatan apa pun, justru membuatku bosan. Aku jadi
kangen suasana kantor beserta rekan kerjaku, juga kesibukan menghitung nota /
kwitansi atau membuat laporan keuangan.
Jadi, bekerja menurutku adalah
salah satu jenjang selanjutnya dalam hidup. Dengan bekerja kita belajar berbagai
ilmu baru, mendapatkan banyak pengalaman berharga, menjalin relasi pertemanan, mengumpulkan
pundi-pundi rezeki dan tentunya membantu kita menentukan pilihan hidup lebih baik ke
depannya.
Eits, yang paling penting ingatlah bahwa selain kerja keras, kita juga mesti bekerja dengan ikhlas dan cerdas.