Keluarga dan Proses Pendewasaan
Hampir tiga
tahun aku menghabiskan masa kuli-ah bersama Wisma Aulia Family (WAF). Selama
tiga tahun tersebut aku dan anak WAF yang lain belajar banyak hal. Hanya hal-hal
simple seperti “berbagi” dan “toleransi”
memang, namun berpengaruh besar pada proses pendewasaan kami kelak.
Eits, berbagi di
sini bukan dalam arti lugas, ya :p kalau itu tentu sudah pasti. Kami akan
berbagi makanan kalau ada kiriman dari kampung halaman atau buah tangan, hasil
dari balik kampung. Berbagi di sini lebih pada suka-duka. Anak kos sudah pasti
jauh dari keluarga, dengan berbagi suka-duka satu sama lain kami akan saling
menguatkan, bertahan dan membentuk sebuah keluarga baru di perantauan.
Konflik itu wajar
dalam sebuah keluarga, terlebih kami yang berasal dari latar belakang berbeda.
Tiga tahun membentuk sebuah keluarga, kami tak sepi dari konflik, baik secara
terang-terangan atau perang dingin. Beruntungnya aku jadi bagian WAF adalah
ketika kami belajar bagaimana konflik-konflik tersebut diselesaikan. Kami
mencoba duduk bareng membahas masalah
kami :” hingga pada akhirnya bisa saling menerima kritik dari yang lain. Agar
tidak terjadi konflik berkepanjangan kami belajar untuk memberi toleransi anak
WAF sesuai dengan karakter dan kepribadian mereka.
5 Juni yang ke 20 kalinya dalam hidupku.
Kepala 2, alhamdulillah aku telah menjejakinya.
Schedule hari ini
lumayan padat, pagi jam 7 aku harus sudah ada di kelas untuk ujian lisan mata
kuliah Akuntansi Sektor Publik (ASP) dengan dosen yang terkenal ajaib. Setelah
ujian lisan aku harus langsung menghadiri Edents Day (E-Day) 2013 sekaligus launching majalah Edents, dan malamnya syuro
rutin dengan PH KSEI. Aku hanya sempat membuka beberapa pesan selamat ulang
tahun dari mamii, Pak’Is, para dedek-dedek (Dek Dida & Dek Aya), dan grup
whatsapp geng beng.
Ya, ini adalah
ulang tahun terhectic dari 20 kali aku mengulang tahun. Sepertinya nggak
mungkin bagi teman-teman mengerjaiku, mengingat banyaknya tugas dan kuliah
pengganti. Jadi, todongan traktiran bisa nanti-nanti kali ya xD.
Pukul 10, ujian lisan
ASP sukses kuhadapi walau dengan tugas akhir menyalin beberapa bab, aku diganjar
bebas UAS. Aku langsung berlari ke PKM menyusul acara E-Day. E-Day kali ini
berbarengan dengan launching majalah Edents, yang salah satu laporan utamanya
aku tulis untuk pertama kalinya bersama temanku, Maharani.
 |
| Wadyabala Edents dalam E-day 2013 |
Seiring berjalannya waktu banyak
terjadi perubahan pada Wisma Aulia baik tampilan fisiknya maupun para
penghuninya.
Awal semester 2, ada 3 anak
WAFers baru yaitu Nurin, Dhani (Manajemen 2011) dan Rahmi (Biologi 2011). Hanya
saja, baru 4 bulan Rahmi yang asalnya dari Padang ini, kembali ke kosan lamanya
karena alergi dengan air, kamar Rahmi digantikan Isti yang sebelumnya punya
kamar di bawah.
Nurin & Dhani bertahan hingga
sekarang :3 Nurin berasal dari Pekalongan dan Dhani dari Tegal. Keduanya
sahabat karib. Nurin tipikal
mahasiswi yang nyentrik dengan pemikiran ekonominya, menurutku dan Dhani, ia
lebih cocok masuk IESP ketimbang manajemen. Sedang, Dhani gadis manis dengan
tampilan vintage, mempunyai OL Shop
yang mayan laris, dan jagooo banget lakon peran. Sekali acting nggak bakal percaya aslinya Dhani itu kek gimana x)
Akhir semester 2, Gigi, Edel,
Hilda, Nabil, Yesy, dan Mbak Khamida bersamaan pindah dari Wisma Aulia ._.
Yaaaa .. dalam hidup selalu ada yang datang dan pergi bukan ? Semoga mereka
selalu baik-baik saja J semoga pertemanan
kami tak putus seiring jarak yang memisahkan kami J KEEP CONTACT
Awal semester 3 ! Kami awali
dengan selamatan 1 tahun Wisma Aulia dengan sumbangan dari Putri yang magangnya
sukses libur kemarin, sekaligus ajang perkenalan kami dengan WAFers baru :”
Kami punya adik angkatan J Welcome to the
Wisma Aulia Family !
 |
Acara selamatan 1 tahun Wisma Aulia (:
hasil sumbangan dari gaji magang Putri |
 |
| My Cute 19's Birthday Cake |
19 tahun, setahun lagi sebelum aku
menginjak kepala 2. Waktu cepat sekali berlalu ya ? Rasa-rasanya baru saja aku
merayakan tahun ke-18 ku bersama keluarga di Ruhama. Bak di skip forward aku sudah di tahun ke-19
hidupku.
Baik, seperti layaknya 2 tulisan tiap
5 Juni sebelum postingan ini, aku akan ceritakan lagi 5 Juni di 2011. Tahun
ke-19 adalah kali pertama aku merayakannya tanpa full keluargaku, karena hanya
Pak Is yang kebetulan dinas di Semarang dan sekalian saja menemuiku.
Dan ... hari-hari menjadi anak kost mulai ku jalani. Dulu cuma
bisa dengar cerita kakak-kakak kelas, atau baca buku - buku yang menceritakan
kedodolan anak kost (Anak Kost Dodol), sekarang bisa ngerasain sendiri suka
duka jadi anak kost .
Sebelumnya sudah ku ceritakan, bukan ? Wisma Aulia Family
(WAF) :3. Yep ! Kami lebih dari sekedar sekumpulan cewek yang tinggal satu atap
! We are family, yeah :D I just love them, so much. Ketika keluarga besar
berada nun jauh di sana, kami bersama saling menguatkan J Bersama mereka (WAF) pula aku
akan mengarungi kehidupan anak kost.
Di Seberang Jendela Kamar
Dalam cerita perkenalan WAF, aku sudah kasih liat letak
jendela kamarku yang berseberangan dengan jemuran (atap) tetangga. Kebetulan
pula kosan cowok, eheeemm xD. Salah satu dari banyak alasan untukku gak takut tidur
sendirian *dengan kamar paling pojok dan
nggak ada tetangganya* adalah karena tiap malam anak-anak kosan cowo di
seberang kamarku, sering nongkrong sambil main gitar. Alhasil waktu nina~bobok
ku ditemani live accoustic dari kosan
seberang. Sayangnya sih nggak semua yang nyanyi bersuara bagus haha *mayan lah buat ngusir demit*.
Lalu, di seberang kamarku ada pohon rambutan yang sering
berbuah, nah tinggi pohon tersebut menjulang
hingga atap kosan seberang. Jadi,
ketika musim rambutan anak kosan seberang sering banget pamer-pamer ke balkon
kosan kita sambil makan rambutan, tanpa kasih sebuah pun *maumu* kadang suka becanda sok-sok nawarin rambutan yang berujung
dengan PHP.
Yep! Wisma Aulia
adalah nama kos-kosan ku. Ngekost di Wisma Aulia butuh perjuangan panjang,
karena sebelumnya aku sama Ida sempat terjebak dan ditipu abis-abisan sama mbak
kos yang matre, melayang dah uang kami percuma :( semoga Allah mengampuni
dosa-dosamu wahai, mbak kost nan matre :p
Lepas dari itu,
berjarak nggak jauh dari kosan si mbak-mbak matre. Kami menemukan kos-kosan
baru hasil dari keliling dan tanya penduduk sekitar. Kosannya warna hijau segar
dengan bangunan baru dan terletak di sebelah jembatan yang bawahnya kali.
Untungnya kami
termasuk orang pertama yang datang melihat kosan tersebut, jadi kami bebas
memilih kamar. Aku memilih kamar no pertama di lantai 2, di mana jendelanya
langsung menghadap jemuran kosan depan, sedang Ida memilih kamar no 3 yang
nggak jauh dari kamarku, yaitu kamar di sebelah orang yang nantinya di depan
kamar ku *ribet*
Singkat cerita
kami saling kenal karena menginap 3 hari 2 malam dalam serangkaian 2 hari
kegiatan PMB UNDIP. Karena bertepatan dengan bulan ramadhan jadi mempunyai kenangan tersendiri, bagi kami anak-anak penghuni Wisma Aulia, maklum puasa pertama jauh
dari kampung halaman.
Dan, ketika awal
kuliah semester pertama dimulai, Wisma Aulia pun banyak mempunyai cerita. So,
sebelum aku membeberkan cerita-cerita seru dari Wisma Aulia, ada baiknya untuk
tau tokoh-tokoh yang akan sering muncul dalam cerita ku ... cekidot !
 |
| Wisma Aulia nampak dari samping |