A Bittersweet Goodbye


Keluarga dan Proses Pendewasaan
Hampir tiga tahun aku menghabiskan masa kuli-ah bersama Wisma Aulia Family (WAF). Selama tiga tahun tersebut aku dan anak WAF yang lain belajar banyak hal. Hanya hal-hal simple seperti “berbagi” dan “toleransi” memang, namun berpengaruh besar pada proses pendewasaan kami kelak.

Eits, berbagi di sini bukan dalam arti lugas, ya :p kalau itu tentu sudah pasti. Kami akan berbagi makanan kalau ada kiriman dari kampung halaman atau buah tangan, hasil dari balik kampung. Berbagi di sini lebih pada suka-duka. Anak kos sudah pasti jauh dari keluarga, dengan berbagi suka-duka satu sama lain kami akan saling menguatkan, bertahan dan membentuk sebuah keluarga baru di perantauan.

Konflik itu wajar dalam sebuah keluarga, terlebih kami yang berasal dari latar belakang berbeda. Tiga tahun membentuk sebuah keluarga, kami tak sepi dari konflik, baik secara terang-terangan atau perang dingin. Beruntungnya aku jadi bagian WAF adalah ketika kami belajar bagaimana konflik-konflik tersebut diselesaikan. Kami mencoba duduk bareng membahas masalah kami :” hingga pada akhirnya bisa saling menerima kritik dari yang lain. Agar tidak terjadi konflik berkepanjangan kami belajar untuk memberi toleransi anak WAF sesuai dengan karakter dan kepribadian mereka.

Manis, Asam, Asin
Banyak sekali kenangan manis, asam, asin (rame rasanya) kalau harus diceritakan bersama WAF. Ini beberapa hal yang paling nggak terlupa selama aku tinggal bersama mereka.
  1. Kalau ada yang ulang tahun, tiap tengah malam bakal diguyur xD Sampai suatu ketika si Risfa ulang tahun saking berisiknya pintu anti-baja kosan dilemparin orang pake batu.
  2. Nonton Women in Black rame-rame pakai proyektor pinjaman sementara si Putri, sampai besok subuhnya pada masuk angin berjamaah karena tidur di luar.
  3. Atas (dari kanan ke kiri) Siti, Idut, Cici, Putri, Rifa, Intan
    Bawah : Ana, Mima. WAF dalam Festival Kota Lama 2014
    Aku & Putri nekat travelling ke Gn.Bromo
    di semester ke tiga
  4. Travelling ke luar Semarang atau sekedar hangout bareng ke acara-acara di Semarang. Mulai dari ber-fangirl ria di SHF (Semarang Hallyu Festival), Festival Kota Lama Semarang, seminar-seminar gratisan, atau acara-acara dari anak WAF itu sendiri misalnya kalau si Dhany tampil teater
  5. Nugas/belajar bareng sampai malam. Biasanya kalau ada yang begadang ngerjain tugas, yang lagi suwung bakal bantuin atau gerecokin yang punya tugas biar nggak ketiduran atau cuma nemenin sambil nonton TV. 
  6. Begadang bareng nonton drama qoreya/MV K-POP/Variety Show. Mengekspansi salah satu kamar sambil teriak-teriakin para oppa-oppa dalam delusi, berakhir saling tukaran koleksi. Bandar : Mima (Aku xD), Siti, dan Rumi.
  7. Godain mas-mas di kosan depan xD. Ini biasanya kalau musim Rambutan tiba, kosan cowok di depan kosan WAF ada pohon rambutan yang tiap kali berbuah sangat ranum. Kita goda mas-masnya supaya dapat bagian dari panen rambutan, masnya mau ngasih tapi cuma wacana doang, sampai tahun ketiga WAF mereka nggak pernah ngasih :(
  8. Cari makan bareng apalagi pas buka  puasa dan sahur. Salah satu yang bangun duluan bakal gedorin tiap kamar untuk bangun sahur, terus rame-rame keluar cari makan ke Burjo/Warteg terdekat (Burjo Do’a Ibu 5, Warung Bu “Pedes” Bekti, Mak-Mus, dan Warung Ibu Kecap Lele)
  9. Masih pas bulan puasa, tarawih bareng juga nggak kalah seru. Dari kosan sudah rame-rame pakai mukena langsung jalan kaki menuju mushala/masjid terdekat. Kalau di tengah jalan sudah terdengar iqomat bakal pontang-panting lari kek mau tawuran xD
  10. Beberapa kali sempat berjemaah jadi penonton sinetron striping Indonesia xD contoh : CHSI (Catatan Hati Seorang Istri) pas episode awal
  11. Terakhir yang nggak terlupa tiap awal semester ganjil selalu ada kumpul rutin WAF, untuk temu kangen karena hampir dua bulan nggak ketemu, sekalian perkenalan penghuni baru WAF. Biasanya acara ini disponsori anak-anak yang dapat gaji dari magang waktu dua bulan liburan lalu. Tahun pertama oleh Nurin yang magang di IDX dan tahun kedua oleh Putri.   

Pisah Jalan
Menjelang akhir semester genap di tahun 2014, mulai bermunculan rencana pindah kost dari beberapa anak WAF, ini karena terjadi kenaikan harga sewa kos. Aku sendiri memang dari awal akan memutuskan pindah di akhir semester 6, pindah ke rumah Mbah di Semarang bawah. Alasan pindah ? pertama mengingat jadwal kuliahku yang tidak sebanyak semester awal dan sekalian belajar jadi cucu yang berbakti, mumpung si Mbah masih ada :”. Selain itu tahun ini adalah tahun pertama dua anak WAF diwisuda, yaitu Mba Ziza (Statistik 2010) dan Kiki (D3 Peternakan 2011), sudah pasti mereka akan meninggalkan kos setelah urusan di kampus selesai.

Aku, Putri, Linda, Ana, Erje, Isti, dan Rumi fix pindah akhir semester genap. Sedang yang bertahan di WAF ada Nurin, Dhany, Idut, Rifa, dan Ain (penghuni lantai dua) lalu Zakkiyah, Siti, Cici, Risfa, Intan, Tyas, dan Nurul (Penghuni lantai satu). Mba Ziza dan Kiki balik ke kota asal :”. Ah~ sedih, walau bagaimanapun kami harus tetap berjuang di jalan masing-masing.

Maka sebelum semua resmi pindah, kami memutuskan untuk foto studio bareng. Foto studio bareng, itu merupakan agenda yang nggak pernah terlaksana sejak 3 tahun lalu. Dan akhirnya ! karena pada mau pindah baru benar-benar bisa foto hampir full team WAF (miss Rumi dan Intan). Fotonya memang bukan di studio yang elit, cuma studio terdekat dari kosan kok, biar semuanya bisa menyempatkan waktu untuk foto.

Waktu itu masih bulan puasa, setelah selesai foto studio kami buka puasa bersama dadakan tanpa reservasi tempat dulu. Alhasil, kami dapat tempat seadanya dan dilayani dengan sangat lama :p. Yah, nggak apa yang paling penting kami bisa buka puasa bersama. Yang paling manis dari semuanya adalah ketika momen terakhir sebagai anak WAF kami tanpa konflik, pun yang berkonflik tampak kompak meniadakannya.

Apapun ! terimakasih untuk semua memori selama tiga tahun hidup bareng ! Angkatan 2011 ada Putri (tetangga depan kamar yang paling suka begadang garap tugas dan yang suka ngajak jalan-jalan nekat), Idut (sahabat satu rantau yang juga musuh bebuyutan di dunia per-fandom-an), Isti (ukhti polos yang lembut tapi bukan lelembut), Rifa (yang baik hati sering bawa mangga dari rumah), Nurin (mbak-mbak investor dan pemburu KTI tentang pasar modal), Dhanny (si fashionista dan calon aktris masa depan, amin ! makasih tahu acihnya !), Rumi (ukhti metal yang juga bandar qoreya-an), Ain (Mba tomboy yang dulu pernah kecelakaan terus diusir dari RS karena sudah malam terus diobatin rame-rame sama anak WAF), Nurul (terimakasih untuk asupan susu-susu murni yang telah disuplai ke kosan), Siti (yang suka teriak-teriak kalau aku sama Idut suka mengacak-acak kamarnya), Kiki (maaf suka parkir motor ngalangin jalan kamu keluar-masuk kamar),  Mba Ziza (maaf pernah ngira  kamu angkatan 2011 jadi manggilnya tanpa mbak xD).

Angkatan 2012 Risfa dan Erje (Dedek-dedek satu rantau dari Pangkalan Bun yang telah aku sesatkan menjadi bagian dari WAF), Intan dan Cici (dedek-dedek dari Pekalongan yang suka mintain qoreya-an dan pinjem buku), Ana (Gadis manis dari Blora yang selalu mengasapkan dapur WAF selayaknya dapur sebuah rumah), Linda (Satu-satunya bocah gaul Jakarta yang tersesat di WAF tetap polos dan imut ya, Lin !), Zakkiyah (yang suka nonton TV dulu suka banget nyetel Opera Van Java), dan untuk satu-satunya angkatan 2013 Tyas (maafkan mbak-mbakmu kalau suka berisik yaaa :D). 

Perpisahan ini memang pahit, tetapi juga manis jika flashback berbagai kenangan kita lalu tersadar betapa sangat berharganya waktu-waktu lalu. Semoga kita bisa menggapai mimpi kita masing-masing ya !  Sukses dan kabari kalau ada undangan sidang skripsi, wisuda ataupun nikahan xD. Suatu saat nanti kita harus reuni :D
Wisma Aulia tersayang

 “Goodbyes are not forever. Goodbyes are not the end.
They simply mean I’ll miss you. Until we meet again!”
-U N K N O W N-

Share:

0 comments

Please kindly leave your comment with your ID