Jarak

Jika dulu aku suka cerita kita dianalogikan dengan dua titik pada garis sejajar yang bersama melangkah maju, maka dengan banyak hal yang tak tersampaikan, dua titik sejajar itu tak lagi maju bersama.

Salah satu titik mundur perlahan hingga keduanya malah berlawanan arah, menciptakan jarak yang entah hanya kuasa tuhan yang dapat kembali mempertemukannya.

Ada banyak penjelasan yang belum tersampaikan. Aku tahu, kau pun lebih dari sekedar tahu, tetapi tak satupun dari kita menjelaskannya.

Aku hanya takut pengharapan dari penjelasan-penjelasan itu. Maka, hanya suatu jarak yang dapat menguji besarnya pengharapan tanpa harus memaksakan penjelasan. Seberapa jauh pengharapan-pengharapan itu akan bertahan bila tercipta suatu jarak ?

Dan ... aku memilih berjarak denganmu. Menguji pengharapan dengan intervalnya. Jika pengharapan itu menguap begitu saja, kalah dengan jarak, semoga aku dan kau bisa tetap berjalan layaknya titik pada garis masing-masing.

Toh, masih ada Tuhan yang dengan kuasanya bisa mempertemukan garis-garis yang bahkan tidak saling sejajar

Share:

0 comments

Please kindly leave your comment with your ID