Aku Harus Kuat ! (part 2: Ketika Harus Menjadi Orang Kota)

Lumayan lama sudah aku tinggal di Semarang, mulai bisa membiasakan diri dan beradaptasi dengan Semarang yang panasnya nggak ketulungan xD
Semarang adalah salah satu kota besar yang ada di Indonesia, maka nggak heran jika terlihat para pengamen, pengemis, gepeng dan lain sebagainya. Dan akupun sudah tahu lama akan hal itu, tetapi tidak untuk berhadapan dengan mereka atau menyaksikan mereka secara langsung.
Pada awalnya setiap berhenti di lampu merah dan melihat bocah-bocah kecil menengedahkan tangannya padaku, aku merasa iba, kadang jika ada uang kecil aku memberikannya dan dengan berebut mereka ambil uang tsb. Sekali, 2 kali, 4 kali, 10 kali, hingga berkali-kali aku berhenti di lampu merah lagi bocah-bocah yang sama selalu menegedahkan tangannya padaku, dan entah kenapa aku menjadi biasa dengan keadaan sepeti itu. Aku hanya tersenyum simpul dan jika aku tak memberi, mereka akan beralih ke pengendara lainnya.
Oya.. pada awalnya aku agak sedikit takut untuk mengendarai motor sendiri di Semarang, karena padat dan belum terlalu ngerti jalan. Tapi mau nggak mau, aku harus mau dan bisa ! karena hanya dengan mengendarai motorlah transportasi yang efektif pada saat itu *untuk berangkat ke lembaga bimbigan belajar sama si Emmi*
Jadilah pada suatu pagi Pa’Is dengan nekatnya menyuruhku membonceng beliau keliling jalan besar di Semarang dan mengarahkanku jalan yang paling dekat dengan lembaga bimbingan belajarku. Dan pelajaran yang paling penting saat berkendara di Semarang adalah :
1) Nggak boleh lelet ! semua harus cepat ! Nggak ada di kamusnya orang semarang tu berkendara dengan santai. Lambat sedikit maka kita akan di klakson dari berbagai penjuru, tetapi walaupun semua pada ngebut, mereka toh memang terpaksa harus ngebut ! bukannya kebut-kebutan ngadu nyawa :p

2) Musti sabar ! Sabarr !!! lampu merah ada banyak dan di mana-mana ! Saking banyaknya motor & mobil kalau kita dapat antrian lampu merah paling belakang siap-siap aja deh dapat lampu merah yang kedua. Makanya harus ekstra sabar ! karena biasanya jangka waktu lampu merah lebih lama di banding lampu hijaunya

3) Nggak ada tu istilah motor yang lebih di dahulukan. Di Semarang nggak motor, mobil, truk, bis, sepeda, becak semua sama ! Jadi jangan heran kalau nggak hanya motor yang nyalip, bahkan mobil nggak mau kalah untuk menyalip

4) Polisi di Semarang ekstra ketat ! lewat garis sedikit aja bakal disemprit ! Dan lagi, siapin aja banyak-banyak uang ribuan, karena di manapun kita berhenti pasti bakal ada tukang parkir :(

5) Oya di Semarang orang-orangnya cukup cuek, nggak adalah bagus-bagusan helm atau motor pokoknya istilah ‘helm loe bukan helm gue dan gue nggak mau tau ! kecuali loe nyolong helm gue!’ itu Semarang kota banget :D

Woaaaa cukup keras kehidupan di Semarang, ditambah lagi dengan cuacanya yang panas. Yaah semoga saja dengan selalu berpikir positif aku siap jalani masa kuliahku yang diharapkan banyak orang cepat kelar *3,5 tahun lah  xD amin !* Dan semoga saja tinggal di Semarang, nggak membuat ku lupa dengan tempat terdahulu, Pangkalan Bun nan manis :D untuk itu aku harus kuat ! untuk keluargaku ! untuk teman-temanku ! untuk ia yang di masa depan ! untuk mimpiku ! dan pasti untuk diriku :D !

Share:

0 komentar

Please kindly leave your comment with your ID